Tampilkan postingan dengan label preserved food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label preserved food. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2016

CARA MEMBUAT TELUR ASIN




Telur merupakan salah satu bahan pangan yang paling lengkap gizinya. Protein dari telur diperlukan oleh anak-anak yang sedang tumbuh, ibu yang sedang hamil atau menyusui, serta orang yang sedang sakit untuk mempercepat proses penyembuhan. Karena begitu pentingnya manfaat telur, sering diupayakan berbagai cara untuk mengawetkannya hingga masa simpan telur dapat diperpanjang dengan mutu yang tetap terjaga.

Dalam keadaan mentah, telur akan mudah membusuk. Ciri-ciri telur yang mutunya telah menurun adalah berat telur berkurang, timbulnya bau busuk ketika telur dipecahkan, dan ruang udara yang bertambah besar (biasanya mudah terlihat ketika telur direbus kemudian dikupas, di salah satu ujung telur aka nada bagian yang bentuknya tidak bulat utuh, tetapi berongga). Letak kuning telur yang bergeser, juga bisa dijadikan tanda bahwa telah terjadi penurunan mutu pada telur. Telur yang telah menurun kualitasnya, bagian putih telurnya lebih encer. Semakin encer seperti air, mutunya semakin rendah.

Salah satu cara mengawetkan telur atau mempertahankan kualitas telur yang paling sering dilakukan adalah dengan mengasinkan telur atau dibuat telur asin. Prinsip dasar membuat telur asin adalah penggaraman. Jenis telur yang umum digunakan untuk membuat telur asin adalah telur itik atau telur bebek. Telur ayam sebenarnya bisa dibuat telur asin, hanya saja hasilnya tidak sebaik telur itik. Telur itik lebih sering dibuat telur asin karena mempunyai pori-pori kulit yang lebih besar (tidak seperti telur ayam)., sehingga lebih mudah menyerap garam.

Media pengasin yang digunakan untuk mengasinkan telur asin adalah yang dapat menutup pori-pori kulit telur serta dapat mengikat garam. Contoh media pengasin yang umum digunakan adalah abu gosok atau bata merah (batu bata). Dengan catatan, media tersebut harus higienis atau bersih. Agar higienis, media pengasin tersebut harus dipanaskan (dipanggang di oven atau dikukus, lalu dikeringkan) untuk menghilangkan mikroba-mikroba, terutama mikroba yang pathogen (berbahaya dan menyebabkan penyakit pada manusia. Karena itu, Anda tak perlu khawatir, meskipun menggunakan abu gosok atau bata merah, media tersebut umumnya telah bersih karena telah diberi perlakuan panas.

Cara sederhana membuat TELUR ASIN
1.     Pilihlah telur itik yang bermutu baik. Bersihkan atau cuci dengan air hangat, lalu keringkan.
2.     Siapkan bubuk bara merah atau abu gosok yang bersih dan higienis.
3.     Siapkan media pengasin berupa campuran garam dengan bubuk bata merah atau abu gosok. Perbandingannya, 5:1 kalau ingin rasa asin telur cukup kuat, sampai 1:1, bila ingin telur tidak terlalu asin. (Arti perbandingan 5:1, misalnya 500 gram garam dengan 100 gram bubuk batu merah atau abu gosok). Tambahkan air matang hangat secukupnya, aduk hingga campuran tersebut homogen (merata) dan membentuk adonan.
4.     Bungkus telur itik satu per satu dengan adonan tersebut.
5.     Masukkan ke dalam kuali atau wadah lain, simpan di tempat yang bersih (tidak gelap dan lembap) di suhu kamar (sekitar 28-30°Celsius), selama kurang lebih dua minggu. Hati-hati, jangan sampai telur tersebut pecah.
6.     Setelah dua minggu, buang adonan yang menempel di telur, bersihkan dengan air dan telur siap diolah. Bila telur asin tak ingin segera dikonsumsi, simpanlah telur asin mentah di lemari es (suhu sekitar 5°Celsius) agar mutunya tetap terjaga.


Sumber: majalah Femina 49/XXVII·1999

Minggu, 05 Oktober 2014

Aneka MANISAN BUAH

Aneka manisan buah dapat ditemui di pasaran dengan beragam jenis dan warnanya. Selain dikudap langsung. Manisan buah ini juga dapat digunakan untuk campuran adonan kue. Simpan manisan buah yang belum digunakan dalam wadah kedap udara dan letakkan di tempat kering. Lebih baik lagi jika disimpan dalam plastik bertutup rapat dan simpan dalam lemari pendingin sehingga lebih tahan lama.
Apa saja jenis manisan buah yang ada?

Manisan Ceri
Di pasaran dapat dijumpai manisan ceri yang warnanya merah, hijau, atau oranye. Untuk manisan ceri tanpa tangkai rasanya lebih manis dan dijual tanpa direndam dalam larutan gula. Sedangkan untuk manisan ceri bertangkai, cuci bersih manisan ceri lalu lap hingga kering sebelum digunakan. Sebagai hiasan, tiriskan manisan ceri bertangkai dari air gula agar warnanya tidak melunturi kue.
Manisan Kurma
Dijual 2 macam, yaitu kurma yang buahnya kering dan basah. Untuk kurma yang kering, rendam dalam air atau rum sebelum dicampur dengan adonan kue agar kurma lunak. Sedangkan untuk kurma yang basah, taburi dengan tepung terigu agar tidak tenggelam dalam adonan.
Kismis (raisin dan Sultana)
Keduanya berasal dari buah anggur, yaitu jenis raisin dan sultana (raisin putih). Kismis bentuknya lebih bulat dan kecil dibandingkan dengan sultana. Warnanya bervariasi mulai dari cokelat pekat sampai cokelat muda dan dijual dalam bentuk kering. Rendam dalam air atau rum baru campurkan ke dalam adonan kue.
Sukade
Manisan yang terbuat dari kulit buah jeruk ini warnanya bervariasi, yaitu merah, hijau, atau kuning. Dijual dalam bentuk dadu kecil atau bongkahan besar yang harus dipotong-potong dahulu sebelum dipakai. Taburi permukaannya dengan tepung terigu sebelum dicampur dengan adonan kue agar tidak tenggelam.
Mixed Peel
Campuran manisan buah yang terdiri atas manisan ceri merah, ceri hijau, dan manisan kulit jeruk. Dijual dalam bentuk potongan dadu siap pakai. Dipakai untuk campuran adonan kue, misalnya fruit cake.
Manisan Buah Kering (Dried Fruit)
Banyak macamnya, ada yang impor (apricot, prune, pir, apel), atau local (mangga, nanas, papaya, pala). Keduanya digunakan untuk campuran adonan kue. Manisan buah impor juga dapat diolah menajdi setup buah atau disajikan bersama sereal untuk sarapan pagi. Sedangkan manisan buah kering local dapat disantap langsung sebagai kudapan.