Tampilkan postingan dengan label alat memasak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat memasak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Oktober 2014

Merawat PINGGAN ANTI PANAS

Mempunyai 1 set peranti pinggan anti panas tentunya sangat membanggakan. Karena pinggan iru sangat banyak variasinya, dan harganya pun sangat mahal. Maka harus berhati-hati merawatnya. Pinggan itu bisa digunakan untuk memasak, memanaskan makanan, menyimpan makanan dalam lemari pembeku, bahkan cantik juga bila langsung dihidangkan di meja makan.

Biasanya masalah yang sering terjadi pada pinggan yang tahan dipakai dalam microwave dan oven tersebut adalah adanya goresan-goresan sehingga pinggan tidak cantik lagi, atau makanan sering lengket pada pinggan, dan adanya bercak hitam yang tidak bisa dihilangkan sehabis pinggan dipakai untuk memanggang. Untuk mencegah itu semua, sebaiknya ikuti langkah berikut:

- Cuci pinggan dengan air hangat yang sudah dibubuhi sabun. Lumuri semua bagiannya, jangan sampai ada yang terlewat. Bilas dengan air bersih, keringkan dengan lap kain. Simpan dalam wadahnya semula.
- Hindari mencuci dengan spons yang kasar atau bubuk pencuci piring berbutir kasar dan  keras, karena akan merusak lapisan permukaan pinggan tahan panas.
- Untuk noda-noda yang sulit dihilangkan. Sebaiknya gunakan sabun cuci berbentuk krim karena sifatnya lebih lembut tapi mampu mengangkat kotoran yang membandel.
- Bila memanggang dalam oven atau  microwave, usahakan agar selalu member alas berupa loyang agar pinggan tidak bersentuhan langsung dengan besi bara panas. Tujuannya agar tidak terbentuk noda hitam sisa pembakaran yang sulit dihilangkan pada pinggan.
- Jangan membilas pinggan panas langsung dengan air dingin karena akibat perubahan suhu yang mendadak, kemungkinan pinggan dapat retak.



Sumber gambar: http://www.worldkitchen.com/en/corningware/

Mengenal Ragam & Pemeliharaan LOYANG

Loyang memiliki bahan dasar beragam. Ada aluminium, stainless steel, tembaga, gelas, bahkan bahan anti lengket (Teflon) yang pemakaiannya sudah tidak perlu lagi disemir margarine atau dialasi kertas roti. Loyang juga memiliki bentuk yang bermacam-macam.


Loyang Tulban
Berbentuk seperti topi dengan bagian dindingnya bergelombang. Bergaris tengah 26 cm dengan lubang tengah agar panas saat pemanggangan dapat merata hingga ke bagian tengah cake. Biasanya digunakan untuk pembuatan tulban atau cake buah.


Loyang Muffin
Terdiri atas 12 atau 16 lubang dengan diameter 3-4 cm. digunakan untuk membuat muffin dan dapat dipakai dengan atau tanpa cupcake.


Loyang chiffon
Ada yang berdiameter 26, 22, atau 12 cm dengan alas loyang yang dapat dilepas dan berlubang di tengahnya. Mempunyai tiga ‘kaki’ untuk penyangga saat Loyang tersebut dibalikkan setelah dipanggang. Gunanya agar chiffon cake tidak mengempis kembali.


Loyang bongkar pasang
Terbuat dari stainless steel. Dapat dibongkar pasang sehingga kue yang dipanggang tidak rusak saat dilepaskan. Biasa dipakai untuk memanggang pai atau membuat cheesecake.


Loyang datar
Mempunyai macam-macam ukuran, seperti 24x24 cm, 22x22 cm, atau 20x20 cm. Biasa dipakai untuk memanggang aneka jenis kue kering.


Loyang loaf
Bentuknya yang persegi panjang dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi yang bervariasi. Digunakan untuk roti, cake, atau meatloaf.


Pemeliharaan:
Cuci loyang yang telah dipakai dalam air sabun hangat agar lemak-lemak mudah larut. Lap dan simpan dalam tempat kering.

Sumber gambar: oto.detik.com; belajarmasak.com; cakefever.com; femina.co,id